Tekanan Ekonomi, Agus Arianto Sopir Hilux Bintuni – Manokwari Nekat Bunuh Diri

Tekanan Ekonomi, Agus Arianto Sopir Hilux Bintuni – Manokwari Nekat Bunuh Diri

September 1, 2018 0 By admin

Kapolsek Bintuni IPTU Herman SH

BINTUNI, kadatebintuni.com ~ Agus Arianto (28 tahun) sopir Hilux Bintuni – Manokwari yang ditemukan tewas bersimbah darah pada hari Kamis tanggal 30 Agustus 2018 sekitar pukul 15.20 Wit di rumah sewa atau kost tak jauh dari Pasar Sentral Bintuni. Hasil olah TKP dan pemeriksaan para Saksi, pihak Kepolisian menyatakan kuat dugaan korban bunuh diri.

Sebagaimana kronologis Kejadian yang diperoleh dari pihak kepolisian, Polsek Bintuni bahwa pada pukul 15.20 Wit piket Penjagaan Polsek menerima Laporan dari masyarakat bahwa telah ditemukan mayat di rumah sewa depan TPU kuburan Islam Bintuni.

Maka pukul 15.30 Wit Piket penjagaan bersama piket Fungsi langsung Turun ke TKP di bawah Pimpinan Kapolsek Bintuni IPTU Herman. Dan pada pukul 15.45 Dari pihak Reskrim bagian Identifikasi melakukan Olah TKP di bantu oleh Sat Resktim Polsek Bintuni. Pada pukul 17.22 Wit Korban di evakuasi ke RSUD Bintuni dengan menggunakan mobil Ambulance.

Pada Pukul 17.30 Wit Pelapor mengumpulkan Baket dari beberapa saksi. Saksi I Isteri Simpanan Korban bernama Dewi (28 tahun) pada hari Rabu tanggal 29 Agustus 2018 memberikan ketrangan mengetahui bahwa korban ada mendapat telfon dari mantan isteri sahnya yang berada di Kabupaten Nabire untuk minta kiriman uang.

Dan juga pada hari Kamis tanggal 30 Agustus 2018 Wit, sekitar pukul 08.00 Wit Korban mendapat telfon dari Aziz, Bos korban pemilik Mobil Hilux agar segera mengirim uang setoran mobil sebesar Rp. 4.000.000, paling lambat pukul 10.00 Wit uang harus sudah dikirim.

Maka pada hari Kamis tanggal 30 Agustus 2018, sekitar pukul.11.00 Wit Korban meminta tolong kepada Dewi ( saksi l ) untuk mencari pinjaman uang sebesar Rp.4.000.000 untuk dikirim ke bosnya (Aziz ).

Pada hari Kamis tanggal 30 Agustus 2018 sekitar pukul 12.00 Wit Dewi bersama temannya keluar mencari pinjaman uang, tapi tidak mendapatkan pinjaman.

Maka sekitar pukul 15.30 Wit Dewi bersama temannya pulang, pada saat tiba di rumah Kos dan mau membuka Pintu, ternyata pintu terkunci dari dalam, melihat pintu terkunci Dewi dan teman2 teriak panggil nama korban, tapi tidak ada jawaban, setelah itu Dewi melihat dari kaca jendela untuk memastikan Keberadaan korban, ternyata dia melihat darah berceceran di lantai.

Saksi lainnya Yolan Demanope (33 tahun) yang beralamat di Depan SMP Terpadu memberikan keterangan bahwa pada hari kamis tanggal 30 Agustus 2018 Isteri korban an. Dewi datang ke rumah Yolan (Saksi II ) untuk menemaninya mencari Pinjaman Uang , karena sudah keliling di sekitar Kampung lama mencari Pinjaman Uang tidak dapat, mereka istirahat pergi dan duduk – duduk di taman Kota, pada saat duduk di Taman Kota.

Kata Yolan kalau ia mendengar korban menelfon Dewi, ” yanx…sudah dapat pinjaman uangnya kh, saksi I menjawab belum ada ini, karena Dewi merasakan perasaan yang tidak enak, akhirnya dia mengajak temannya bertiga untuk pulang menuju ke rumah.

Selain itu polisi juga meminta keterangan saksi bernama Diva (21 tahun) yang tinggal di Kali Kodok bahwa dia diajak oleh Dewi dan Yolan untuk mencari pinjaman uang.

Keterangan juga diambil pada saksi lainnya yang merupakan tetangga Korban bernama Anis Marsela (26 tahun) pekerjaan swasta bahwa saat pulang dari Kios, dia melihat tiga orang, Dewi, Yolan dan Diva teriak teriak kebingungan di depan pintu rumah kontrakannya sambil menggedor – gedor pintu, akhirnya Anis lari pulang ke rumah untuk mengambil Martelu dan mendobrak Pintu.

Setelah pintu terbuka, mereka melihat Korban sudah tergeletak di lantai ruangan dapur dengan bersimbah Darah. melihat kejadian tersebut Anis lari menuju ke Pos Polisi Pasar Sentral untuk melaporkan kejadian tersebut.

Ketika menerima laporan pihak kepolisian menndatangi TKP serta melakukan Olah TKP lalu mengevakuasi Korban ke Rumah Sakit dan
memintakan Visum Et Repertum ( VR ).

Sampai dengan saat ini Kasus tersebut masih dalam penyelidikan dan Penyidikan Anggota Sat Reskrim Polres dan Polsek Bintuni. Maka di duga kuat Korban meninggal akibat bunuh diri, dengan cara menikam tubuhnya dengan alat Tajam (Badik ). Berdasarkan keterangan para Saksi tidak menutup kemungkinan Korban tertekan masalah Ekonomi (Hutang Piutang).

Apalagi telah di temukan pesan singkat dari HP Korban yang berbunyi, “saya minta maaf, saya tidak sanggup lagi, tolong maafkan semua kesalahan saya”.

Jenasah korban setelah dari rumah sakit di mandikan dan disemayamkan di Masjid Al Munawarah Bintuni menunggu pihak keluarga dari Manokwari sesuai dengan kesepakatan Keluarga, bahwa Jenazah Korban akan di bawa ke Manokwari.

Hal ini berdasarkan keterangan yang di peroleh dari pihak Kepolisian Sektor Bintuni yang disampaikan oleh Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Bintuni IPTU HERMAN, SH. [Daniel MD]

(Visited 1.173 times, 1 visits today)