Regenerasi Calon Menteri, Representasi Tanah Papua

Regenerasi Calon Menteri, Representasi Tanah Papua

Juni 9, 2019 0 By admin

*). Fransisco Yassie

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai pemenang Pemilihan Presiden ( Pilpres) tahun 2019 dengan hasil 55,50 persen dari total suara sah nasional.

Saat ini mulai beredar nama-nama Anggota Kabinet Jokowi periode 2019-2024. Bocoran susunan Menteri di Kabinet Kerja Joko Widodo jilid II periode 2019-2024 beredar di sejumlah media sosial.

Namun, lebih banyak pos-pos menteri dan lembaga yang dijabat oleh orang-orang yang ada saat ini. Lantas bagaimana idealnya kandidat Menteri Jokowi-Maruf jilid II ?

Pertama, mengapa Jokowi harus mengusung Menteri di jajaran Kabinetnya dari kalangan Tokoh Muda ? Kedua, apa relevansi Tokoh Muda tersebut? Dan ketiga bahwa Tokoh Muda seperti apa ?

“Pilihan-pilihan kita kan banyak. Tapi, ke depan menurut saya kita akan berikan ruang ke yang muda-muda. Mungkin nanti ada menteri umur 20 tahun, enggak usah kaget, menteri umur 25 tahun, enggak usah kaget, 30 tahun enggak usah kaget,” ujar Jokowi di Jakarta, Jumat, 31 Mei 2019.

Pernyataan Pak Jokowi ini tentunya punya alasan kuat. Sejatinya, regenerasi kepemimpinan itu harus terus di bangun. Sehingga, sejalan dengan mencetak pemimpin masa depan bersendikan wawasan Kebangsaan bisa terwujud. Maka, sudah saatnya mendesign komposisi kabinet Menteri yang relevan dengan tantangan zaman.

Gagasan Jokowi ini tentunya relevan dengan tantangan global dengan berbagai bentuk. Di antaranya tantangan pasar, politik dan budaya yang mereduksi dinamika kebangsaan kita. Sehingga butuh energi muda untuk mengintegrasikan semangat ideologi di tataran berbangsa dan bernegara.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Respiratori Saddam Al Jihad mendukung rencana Jokowi untuk mengisi jajaran kabinet diisi oleh anak-anak muda. Dia mengungkapkan, sempat menyampaikan Youth Government di hadapan Jokowi, Oktober 2018.

Sejalan dengan itu. Saddam juga mengatakan. “Pemerintahan Indonesia tidak akan bisa dipisahkan dengan generasi muda karena faktor generasi milenial mempunyai kontribusi demokrasi sehingga Youth Government adalah keniscayaan demokrasi,”

Namun pernyataan relevan Saddam bahwa, ” Menakar bonus demografi dan kontribusi generasi milenial adalah gerakan postmodernisme untuk mengaktualisasikan gerakan generasi milenial dalam sumbangsih terhadap Pemerintahan Republik Indonesia. Selain itu untuk menjaga persatuan bangsa dan menjaga ideologi Pancasila di level generasi milenial,”.

Pernyataan Saddam sebetulnya realita yang terjadi pada generasi milenial saat ini. Tentangan generasi muda hari ini adalah bagaimana menjaga persatuan dan kesatuan. Generasi muda peka terhadap ideologi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Maka, relevan sekali pernyataan Jokowi mengorbit Menteri Tokoh Muda di jajarannya. Agar mampu menjaga dinamika kebangsaan yang kian tereduksi oleh paham-paham, ideologi dan budaya luar hampir merubah tatanan sosial bermasyarakat kita.

Lalu bagaimana idealnya wakil Papua di kabinet Jokowi-Maruf ?
Dari konteks narasi di atas maka sejatinya komposisi paling ideal Wakil Papua adalah yang memahami masalah kekinian. Punya pengetahuan kebangsaan yang kuat dan mampu memahami dinamika global antara Tantangan dan solusi.

Di sini, ada beberapa Tokoh Papua yang namanya beredar di kalangan masyarakat Papua. Di antaranya, Rektor Uncen, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ketua Badan Kehormatan DPD RI, Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi, dan Perdesaan BAPPENAS, dan Staf Khusus Presiden bidang Kelompok Kerja Papua.

Dari beberapa Tokoh ini perlu juga selektif. Karena selain representatif Rakyat Papua juga Orang Asli Papua. Yang jadi Menteri juga punya kualitas, kualifikasi dan rekam jejak pernah menjabat di lembaga-lembaga kredibel di Nasional. Teruji dan eksekutor, punya integritas dan komitmen.

Wakil Menteri dari Papua juga punya pemahaman kebangsaan yang baik. Memahami Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. Ini adalah hal paling fundamental, karena sejalan dengan semangat Jokowi membumikan pembangunan bangsa berbasis ideologi.

Sehingga Seorang Menteri dari Papua harus Mampu mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan itu, baik dalam tataran teori maupun implementasi. Apa lagi terkait masalah politik Papua, butuh Menteri yang energik, proaktif dan memahami akar masalah Papua. Punya instrumen dalam menyelesaikan masalah-masalah sesuai kondisi real di lapangan.

Maka, Di harapkan Jokowi-Maruf bisa mempertimbangkan sederet nama Tokoh-tokoh besar di atas. Mereka putra terbaik Papua yang harus di berikan kesempatan untuk membuktikan diri. Namun, perlu di filter baik sehingga melahirkan wakil menteri yang mampu memainkan peran dengan baik.

Akhir dari tulisan ini merupakan harapan rakyat Papua. Berharap Presiden menunjuk Wakil Papua yang berwawasan global, tipikal eksekutor dan memiliki rekam jejak baik.Tidak hanya muda tapi berkualitas. Bangsa Indonesia butuh Tokoh muda energik, pembaharu dan Punya moral baik.

*). Mantan Ketua Cabang GMNI Sumedang

(Visited 768 times, 1 visits today)