Masuk Purna Tugas, Kornelis Asmorom: “Terima kasih Bapak Manuputty Sudah Mengabdi di Tanah Adat Sough Moskona”

Masuk Purna Tugas, Kornelis Asmorom: “Terima kasih Bapak Manuputty Sudah Mengabdi di Tanah Adat Sough Moskona”

Mei 2, 2020 0 By admin

Kornelis Asmorom, SST MPSSp


BINTUNI | kadatebintuni.com ~ Terhitung 1 Mei 2020, Gustaf Manuputty S.Sos MM mengakhiri kariernya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia pensiun dalam posisi jabatan terakhir sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Teluk Bintuni.

Putra Maluku yang bekerja negeri “Sisar Matiti” yang dimulai dari daerah Moskona, ketika di tempatkan sebagai kepala Distrik di Moskona Selatan (dari pemerintah kabupaten Manokwari waktu itu), dan ikut mendukung pemekaran kabupaten Teluk Bintuni.

Ingatan atas karya pengabdian sosok Gustaf Manuputty yang memiliki perjalanan panjang dari golongan IIa sampai meraih pangkat tertinggi ASN golongan IVe, yang pernah juga menjabat Lurah Amban Manokwari itu membuat salah satu putra Teluk Bintuni asal Sough Moskona, Kornelis Asmorom, SST MPSSp ikut menyatakan ungkapan terima kasih banyak.

Kornelis Asmorom yang pernah bekerja sebagai staf Distrik Merdey kurung waktu 2003 sampai 2010 itu menyatakan,” secara pribadi, saya Kornelis merasa berterima kasih atas pelayanan Bapak Gustaf Manuputty yang selama ini menjabat Sekda dan melakukan pelayanan dengan sangat baik. Beliau orang luar biasa. Ia orang pamong yang memulai kerja dari kampung ke kota.

Dalam hal ini beliau memimpin dari kepala Distrik, dulu memulai dari Moskona yaitu Jagiro, sampai di tarik ke kota mengabdi di beberapa OPD, jadi Sekwan, Kepala Dinas Perhubungan, dan Asisten I Pemerintahan yang beliau duduk,” tutur Kornelis Asmorom, pria yang kini menjabat Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial/ Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Teluk Bintuni itu, Sabtu 2 Mei 2020 di Bintuni.

Semasa Gustaf Manuputty menjabat Sekda, Kornelis Asmorom, pria lulusan magister di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung itu mendapatkan dua kali promosi jabatan, pada tahun 2017 sampai 2019 sebagai Kepala Seksi UKM Dinas Perindagkop, dan tahun 2019 Sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial/ Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Teluk Bintuni. Ia mengaku berkesempatan bertemu 3 kali di ruangan Sekda di kantor Bupati yang tak pernah dilupakan.

Manuputty dimata bawahannya ini, sosok yang ramah, murah senyum, berkomunikasi lancar serta cepat menanggapi apa yang disampaikan. Dan punya jejaring hubungan baik, kata Kornelis lagi.

“Saya pribadi tidak mendengar di kalangan masyarakat dan baca di media yang ucapkan Bapak Manuputty itu orangnya begini (negatif,red.) Berarti, salah satu pemimpin yang melakukan pelayanan tidak seratus persen tapi 99 persen menyentuh orang banyak,” tutur Kornelis.

Untuk itu, lagi kata Kornelis, “ Saya secara pribadi dan mewakili Sough Moskona, kami mengucapkan terima kasih buat Bapak Manuputty atas jasa baik selama melakukan pelayanana di kabupaten Teluk Bintuni. Semoga dari pengabdian beliau kami yang baru muncul ini dapat belajar dari pengalaman yang telah dilakukan senior dan orang tua buat kami.”

Soal Pengganti

Terkait pengganti posisi yang ditinggalkan Gustaf Manuputty, kata Kornelis Asmorom sikapi pertanyaan media kadatebintuni.com, baik Plt. Sekda maupun denifitif nantinya, itu kewenangan Bupati Ir. Petrus Kasihiw, MT. ”Itu kembali ke Bapak Bupati. Karena Bupati yang menilai, dan yang mengangkat. Bupati yang mengambil keputusan, karena kita diluar ini, kita bisa berbicara saja,” kata pria yang pernah menjabat Sekretaris Distrik Masyeta (2012-2014) itu.

Baginya, banyak kriteria untuk posisi sebagai Sekda Teluk Bintuni. “Maka ini, kita menunggu dari Bupati,” pesannya.

Pria berdarah Sough Moskona itu hanya menyebut tiga nama diantara ASN di Teluk Bintuni yakni Drs. Frans Awak, DR. Alimuddin Baedu, dan Dereck Asmuruf, SE MM. “Dalam hal ini, bukan untuk mematikan pendapatan orang lain,” ungkapnya.

“Bukan di sini saya menyebut nama-nama yang harus menyampaikan pada bupati mendengar dan memikirkan dan mengangkat ini, bukan. Hanya yang kami tahu senior, kerja di kabupaten, tapi soal penentuan, soal diangkat, soal untuk dikeluarkan SK, soal untuk devinitif, atau soal Plt. Itukan kewenangan di Bupati,” tegas Kornelis. ||Daniel

(Visited 601 times, 1 visits today)