Gandeng Entrepreneur Milenial Papua, Dinas Pendidikan Papua Barat Merevitalisasi Kurikulum SMK

Gandeng Entrepreneur Milenial Papua, Dinas Pendidikan Papua Barat Merevitalisasi Kurikulum SMK

Juli 21, 2019 0 By admin

MANOKWARI | kadatebintuni.com ~ Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Barnabas Dowansiba, Spd bersama dengan Kabid SMK, Agus Sroyer, menggandeng Entrepreneur Milenial Muda, Billy Mambrasar, yang saat ini sedang aktif mempromosikan kewirausahaan di Tanah Papua, menjadi salah satu anggota tim penyusunan strategi revitalisasi SMK di Provinsi Papua Barat.

Strategi ini demi untuk mendukung percepatan reformasi kurikulum SMK di Provinsi Papua Barat, agar menghasilkan lulusan yang mampu menjadi wirausahawan muda Papua yang handal.

“Saya direkomendasikan oleh Dr. James Modouw, Staf Ahli Menteri Hubungan Pusat dan Daerah, yang adalah mentor saya, untuk membantu Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat mengembangkan kurikulum SMK berbasis kewirausahaan berteknologi, dan sebagai putra Papua, saya merasa ini adalah kewajiban yang harus saya lakukan juga untuk tanah asal saya” ucap Billy, Putra Biak lulusan Kampus terbaik dunia, Universitas Oxford – Inggris ini.

Dr. James Modouw, bersama Agus Sroyer, telah memulai rangkaian pertemuan dan loka karya, bersama dengan Kepala-kepala sekolah Menengah Kejuruan se-Provinsi Papua Barat, sejak tahun 2018 lalu. Pertemuan-pertemuan tersebut menghasilkan rancangan kerja yang akan mendorong perubahan kurikulum sekolah menengah kejuruan di Provinsi Papua Barat.

Dengan dampingan dari berbagai tenaga Ahli, rumusan strategi kurikulum disesuaikan dengan konteks budaya lokal yang telah dibangun, dan disusun dalam satu dokumen yang akan menjadi acuan kerja dan program di Papua Barat.

“Saya berharap, lulusan dari sekolah vokasi di Papua Barat, jangan hanya berharap menjadi pekerja di Industri dan perusahaan saja, akan tetapi, dapat juga menjadi pelaku-pelaku usaha dan pemilik bisnis. Ini karena kesempatan pekerjaan yang ada di Provinsi Papua Barat terbatas, untuk dapat menampung semua lulusan SMK tidak mungkin, sehingga berbisnis bagi para lulusan menjadi alternatif yang sangat baik untuk mengurangi angka pengangguran”, Terang Dr. James Modouw, yang aktif mendukung program-program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI selama beberapa tahun ini.

Adapun lulusan sekolah vokasi, berdasarkan data BPS Provinsi Papua Barat tahun 2019, bersama dengan lulusan SMA adalah penyumbang angka pengangguran terbesar di Provinsi ini.

Permasalahan pelik seperti ini, yang juga terjadi di seantero negeri ini, menjadi dasar dikeluarkannya Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan Dalam Rangka Peningkatan kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia. Papua Barat, di bawah Kabid SMK berusaha penuh merealisasikan instruksi Presiden ini.

Billy Mambrasar memberikan contoh-contoh, berdasarkan pengalamannya bekerja di beberapa negara lain di Dunia, tentang kesuksesan sekolah vokasi menghasilkan lulusan muda yang berwirausaha.

“Misalnya di Inggris, mereka yang belajar di sekolah vokasi pertanian, selepas lulus, kemudian dengan menggunakan teknologi pertanian yang tinggi, membuka dan mengusahakan lahan pertaniannya”, terang Billy.

Dr. James Modouw berharap agar dokumen strategi revitalisasi ini segera diterbitkan agar implementasinya dapat terlaksana segera tahun 2020 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Barnabas Dowansiba berharap agar Provinsi Papua Barat dapat mewujudkan visi Presiden Republik Indonesia, untuk meningkatkan kualitas dan keterserapan lulusan SMK di Indonesia.

Hadir pula dalam loka karya ini, perwakilan dari Kamar Dagang Ekonomi dan Industri Jerman untuk Indonesia yang memaparkan rencana kerjasama pengiriman lulusan SMK untuk magang di perusahaan-perusahaan di Jerman.

Kehadiran kamar dagang ini semakin diperkuat dengan dukungan dari perwakilan Biro Kerjasama Luar Negeri Kementerian Pendidikan RI, yang juga hadir dan memberikan paparan di acara loka-karya 3 hari ini. [***/Daniel]

(Visited 158 times, 1 visits today)