Persitebin Siap Hadapi Cadasnya Pertarungan Papua Island Cup 2018

Persitebin Siap Hadapi Cadasnya Pertarungan Papua Island Cup 2018

November 10, 2018 0 By admin

BINTUNI, kadatebintuni.com ~ Perhelatan bergengsi bertajuk Papua Island Cup (PIC) tahun 2018 yang rencananya di gelar di Manokwari pada 16 November – 15 Desember 2018 nanti, akan di hadapi oleh “Mutiara Hijau”, julukan Persitebin FC melawan 22 nama klub lainnya seantero Papua dan Papua Barat itu.

Keseriusan klub sepak bola kebanggaan Kabupaten Teluk Bintuni ini dalam menghadapi cadasnya pertarungan mendatang, sangat terlihat dari berbagai tahap yang dilaluinya.

Mulai dari seleksi ketat pemain yang mengisi posisi dalam skuat inti, pemilihan coach, MCU, hingga pelatihan rutin yang di arsiteki oleh pemain-pemain anyar yang telah menjadi legenda dalam persepak bolaan tanah air, adalah Erol Iba, dan Elie Aiboy dua eks punggawa timnas dan klub yang pernah merajai liga 1 Indonesia, Persipura FC.

Ditambah dua orang pelatih lokal Paskasius Siante dan Demianus Masyewi. Belum sampai disitu, kehadiran Oktovianus Maniani dan Marco Kabiay, dua pemain yang memiliki pengalaman bermain di kasta tertinggi liga 1 Indonesia ini, sontak menjadi warna tersendiri ditengah para pemain, yang merupakan putra-putra pilihan Teluk Bintuni.

Menyambangi latihan rutin Persitebin, pada Sabtu (10/11), di lapangan atletik GSG Bintuni, kadatebintuni.com mewawancarai Coach, Elie Aiboy. Kepada media ini, Elie mengatakan bahwa melihat dari kesiapan tim dan apa yang telah di bangun selama ini, dengan optimis bahwa Persitebin siap untuk bertanding di ajang Papua Island Cup (PIC) 2018.

” Saya lihat kesiapan, setelah dua kali melakukan uji coba, sangat bagus, apa yang ditunjukkan para pemain. Saat ini, yang akan kami lakukan adalah menjaga dari stamina dan kondisi para pemain, agar lebih siap lagi, mengingat tidak berselang lama, kita sudah berlaga,” ujar mantan pemain sepakbola yang berposisi gelandang itu.

Ditanya mengenai target, pemain yang terkenal melalui kiprahnya saat membela Persipura, Persidafon dan Semen padang itu, menjawab bahwa, target minimalnya adalah masuk final bila perlu merebut trhopy.

Elie juga, berpesan kepada para pemain untuk menjaga selalu kedisiplinan, karena dispilin merupakan kunci dari kesukesan. “Motivasi saya, setelah menjadi mantan pemain Timnas Indonesia, dan juga klub di liga 1, adalah untuk mengembangkan persepakbolaan di Papua, dan Papua Barat, menjadi tanah lahirnya pemain berbakat yang patut di perhitungkan,” pungkas pria kelahiran Jayapura 1979 itu. [Baim]

(Visited 106 times, 1 visits today)