YAPSELMA Gelar Seminar Pemuda Teluk Bintuni Menghadapi Tantangan Mega Trend

YAPSELMA Gelar Seminar Pemuda Teluk Bintuni Menghadapi Tantangan Mega Trend

Maret 17, 2022 0 By admin

Bintuni (KADATE) – Yayasan Pemberdayaan Sosial, Ekonomi dan Lingkungan (YAPSELMA) menggelar kegiatan seminar sehari tentang pemuda Teluk Bintuni menghadapi tantangan mega trend untuk tiga puluh tahun kedepan (tahun 2020-2050) berlangsung di Rumah Makan Nusantara, Bintuni Timur, Kamis 17 Maret 2022.

Ir. Dominggus A. Urbon

Sebagai pemateri utama yakni, Dewan Pembina Yapselma Teluk Bintuni Ir. Dominggus A. Irbon yang juga putra asli Teluk Bintuni yang kini sebagai anggota DPR Papua Barat, wakil ketua Fraksi Otsus dengan memaparkan tentang 6 parameter dari mega trend, diantaranya terkait era globalisasi dan, industrialisasi, termasuk tentang kapitalisasi, dan eksploitasi serta masuknya investasi dari luas ke kabupaten Teluk Bintuni.

“Lewat penyampaian materi serta diskusi yang kami adakan hari ini, diharapkan ada perubahan bagi pemuda dalam berpikir dan bertindak mempersiapkan diri menghadapi tantangan mega trend untuk 30 tahun kedepan hingga tahun 2050. Dan akan ditindaklanjuti termasuk membentuk wadah kepemudaan di Bintuni,” ungkap Dominggus Urbon.

Dia juga menyampaikan terima kasih atas peran semua pihak, sehingga terlaksananya kegiatan tersebut dalam pembinaan pemuda di Teluk Bintuni. “Kita akan mengupayakan kegiatan lainnya lewat Yapselma untuk pemuda di daerah ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Yapselma, Lodwik Mansumbauw yang juga ketua panitia kegiatan menjelaskan bahwa dilaksanakannya Seminar itu agar pemuda siap menghadapi tantangan mega trend, karena kabupaten Teluk Bintuni tengah dikembangkan menjadi daerah industri, sebab memiliki potensi sumber daya alam.

“Bintuni ini kedepan menjadi tempat yang menarik para investor dari luar untuk berinvestasi, dengan membangun perusahaan. Dan ketika masuknya investasi, maka ini akan membawa pengaruh yang besar kepada masyarakat termasuk para pemuda. Baik itu pengaruh positif maupun negatif. Maka perlu ada informasi lebih dahulu kepada pemuda menyangkut hal tersebut, sehingga pemuda dapat menyiapkan diri “ ungkap Lodwik Mansumbauw.

Dia menjelaskan pula bahwa kegiatan tersebut baru pertama kali digelar oleh Yapselma dengan menghadirkan pemuda dari berbagai kelompok yang tersebar di kota Bintuni dan sekitarnya, termasuk pemuda 7 suku.

Terkait kegiatan tersebut, Piter Masakoda, pemuda asal Moskona memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Piter berharap, kegiatan itu ada tindaklanjutnya dalam melakukan pembinaan bagi generasi muda di negeri berjulukan Sisar Matiti ini.

“Kita yang hadir punya harapan kedepan ada kegiatan-kegiatan seperti ini lagi. Masih ada pemuda yang belum hadir ikuti seminar ini,” ungkapnya. [Azrul/Daniel]

(Visited 47 times, 1 visits today)